PEMETAAN BIDANG TANAH

Posted: Agustus 31, 2010 in Penginderaan Jauh

GIS dan sistim pengelolaan informasi lingkungan saat ini merupakan alat utama yang digunakan di bidang pertanahan dan pengelolaan sumber daya alam. Bagaimanapun juga, para peneliti menghadapi banyak tantangan yang diantaranya berkaitan dengan skala, perubahan dinamik penggunaan tanah, kelengkapan dan ketepatan data, efisiensi analisa dan penerapan alternatif dalam melakukan pemantauan status tanah.

Dengan teknologi penginderaan jauh keberadaan penggunaan tanah dan kerusakan lingkungan akibat aktifitas manusia dapat diidentifikasi secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu. Sebagai ilustrasi, pembuatan pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia divisualisasikan dengan citra satelit. Ilustrasi ini diharapkan menjadi salah satu potret betapa pentingnya mengelola bidang tanah Indonesia melalui pengelolaan sumber-sumber daya hayati yang sistematik dan efisien menggunakan teknologi penginderaan jauh.

Database pertanahan didasarkan kepada kedudukan batas dari interpretasi manual suatu foto udara ataupun citra satelit. Batas yang berdiri merupakan dasar garis dari unit-unit yang homogen suatu karakteristik hutan. Poligon yang berdiri dideskripsikan oleh satu set atribut dimana didalamnya terdapat komposisi jenis, ketinggian, umur, tutupan tajuk pohon. Data digital penginderaan jauh dapat digunakan untuk memperbaharui inventory database dengan mengubah informasi untuk mengontrol kualitas, pemeriksaan, dan mendeteksi perbedaan. Data digital penginderaan jauh juga dapat menambah beberapa attribut informasi dan mengidentifikasi perbedaan di dalam database penggunaan tanah.

Penguraian poligon, menganalisa berbagai macam pixel suatu poligon bidang tanah pada gambaran penginderaan jauh untuk menjadikan informasi baru dan kemudian di tambahkan ke dalam inventory database pertanahan. Sebagai contoh, suatu analisis deteksi perubahan dari beberapa data image satelit landsat Thematic Mapper dapat mengidentifikasi luasan areal dan proporsi suatu pixel dimana kondisinya telah berubah.

Pengenalan tutupan masing-masing pohon ataupun bangunan, merupakan didasarkan kepada analisa gambar yang memiliki resolusi spatial yang tinggi dari suatu karakteristik seperti areal tutupan, kerapatan, dan banyaknya pohon ataupun bangunan yang didapat.

PETA HASIL PENGAMATAN BIDANG TANAH

KETERANGAN LUAS (Ha)
Borobudur, Hero (Kemiri Muka) 1.19
Depok Town Square 2.07
Desa Tugu 37.55
Industri 32.93
Kawasan Pemancar RRI 169.12
Kel Suka Maju Baru 164.28
Kel. Abadi Jaya 121.98
Kel. Bhakti Jaya 263.81
Kel. Cisalak 70.88
Kel. Curug 89.00
Kel. Depok 68.32
Kel. Jatijajar 35.42
Kel. Kemiri Muka 81.23
Kel. Mekar Jaya 321.08
Kel. Mekarsari 76.57
Kel. Sukamaju 327.97
Kel. Sukmajaya 112.36
Kel. Tirta Jaya 182.28
Kel.Pondok Cina 189.11
Kolam Air 1.85
Komp. Adhikarya 3.37
Komp. Bukit Cengkeh (Berbunga) 15.49
Komp. Pondok Duta 60.33
Komp. RRI 8.04
Komp. RTM 27.99
Lahan Terbuka (Kel. Cisalak) 125.79
Mal Depok(P.Cina) 1.55
Margocity 7.73
Pesona Khayangan (Mekar Jaya) 91.05
Rawa Kalong 8.82
RS. Sentra Medika 1.00
S.Ciliwung 15.43
Stadion Baru Depok 1.74
Stasiun Depok 4.46
Universitas Indonesia 26.07
Vegetasi (Kel. Sukamaju) 60.57

Berdasarkan hasil pengamatan dari data citra khususnya wilayah depok maka di dapat suatu bidang tanah yang dapat dilihat pada gambar peta sebelumnya dan juga didapat luasan dari masing-masing bidang tanah tersebut. Bidang-bidang tanah tersebut adalah Supermarket Borobudur/Hero, depok Town Square, desa Tugu, Kawasan Industri, Kawasan Pemancar RRI, kelurahan Sukamaju baru, kelurahan Abadi Jaya, Kelurahan Bhakti Jaya, Kelurahan Cisalak, Kelurahan Curug, Kelurahan Depok, kelurahan jatijajar, Kelurahan kemiri Muka, Kelurahan Mekar Jaya, Kelurahan mekarsari, Kelurahan Sukamaju, kelurahan Tirta Jaya, kelurahan Pondok Cina, Kolam air, Komp. Adhikarya, Komp. Bukit Cengkeh, Komp. Pondok Duta, Komp. RRI, Komp. RTM, Lahan Terbuka, Mal Depok, Margocity, Pesona Khayangan, Rawa Kalong, RS. Sentra Medika, S. Ciliwung, Stadion Baru Depok, Stasiun Depok, Universitas Indonesia, dan yang terakhir adalah Vegetasi.

Table diatas merupakan table luasan bidang tanah yang didapat dari interpretasi citra satelit. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa luasan terbesar adalah bidang tanah Kelurahan Sukamaju dengan luasan sebesar 327.97 Ha. Sedangkan yang terkecil luasannya adalah 1 Ha yaitu RS. Sentra Medika. Luas total keseluruhan dari interpretasi bidang tanah di atas adalah 2808.43 Ha.

Pada wilayah sebelah barat tepatnya di pinggir jalan raya Bogor terdapat suatu lahan terbuka yang sangat luas namun kami tidak memasukkannya ke dalam klasifikasi lahan terbuka Karena kami mengetahui bahwa wilayah tersebut merupakan areal yang terlindung dimana digunakan untuk keperluan komunikasi yaitu untuk pemancar RRI, dengan didekatnya tedapat kompleks RRI dimana tempat untuk tinggal para pekerja di pemancar tersebut.

Untuk sungai ciliwung, kami menarik garis berdasarkan vegetasi yang ada di sekitar bantaran sungai ciliwung tersebut. Dimana terlihat jelas alur jalannya sungai ciliwung tersebut. Yang membedakan dari jalan raya adalah jika jalan raya terdapat perpotongan (simpangan) dengan sudut yang sangat kecil dan juga terdapat tikungan yang sangat tajam sedangkan untuk sungai walaupun memiliki persimpangan namun tidak seperti jalan raya dan juga alurnya yang halus.

Masalah yang dihadapi dalam penggunaan lahan ini adalah konversi lahan pertanian (lahan basah) menjadi kegiatan non pertanian. Persoalannya adalah perkembangan nilai tanah (land rent) yang lebih tinggi dibandingkan dengan produktifitas pertanian sawah, dan diperkirakan akan semakin mempercepat perubahan menjadi lahan perkotaan. Jika dilihat dari sebarannya dapat dikenali kawasan perumahan terkonsentrasi dominan di bagian utara yang berdekatan dengan Jakarta yaitu Kecamatan Limo, Beji dan Sukmajaya. Kemudian di bagian tengah diapit olehJalan Margonda Raya, Sungai Ciliwung dan Jalan Tole Iskandar. Penggunaan pertanian tersebar di Kecamatan Sawangan, Pancoran Mas bagian selatan dan sebagian Kecamatan Cimanggis.

Selain itu terdapat beberapa penggunaan lahan yang cenderung intensif seperti industri yang tersebar di Jalan Raya Bogor (Kecamatan Cimanggis), perdagangan dan jasa, pendidikan dan perkantoran yang tersebar di sepanjang Jalan Margonda Raya dan Jalan Akses UI. Jenis penggunan lahan di Kota Depok dapat dibedakan menjadi kawasan lindung dan kawasan budidaya. Jenis kawasan yang perlu dilindungi terdiri dari Cagar Alam Kampung Baru (Kelurahan Depok) area pinggir sungai dan situ. Berdasarkan jenis kawasan lindung yang ada menggambarkan bahwa kondisi morfologis Kota Depok relatif datar. Badan air yang terdiri dari sungai dan situ-situ lokasinya tersebar mencakup luasan 551,61 Ha (2,80%) dari total luas Kota Depok ± 20502,33 Ha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s