Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara

Posted: Agustus 31, 2010 in Penginderaan Jauh

Berdasarkan pada Kerangka Acuan Kerja yang ada mengenai pelaksanaan pekerjaan Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara, maka pada prinsipnya Konsultan telah memahami gambaran umum pekerjaan, ruang lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan, serta hasil akhir yang ingin dicapai dari pekerjaan ini. Dengan mendasarkan pada pengalaman pekerjaan Konsultan, diharakan tugas ini akan dapat terselesaikan dengan baik. Hal ini sangat ditentukan oleh kapabilitas dan konsolidasi internal yang kuat di dalam intern organisasi Konsultan, serta didukung oleh koordinasi dengan pihak pemberi pekerjaan.
Departemen Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Bekasi merencanakan Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara.

Sebelum melangkah kedalam tahapan penyusunan langkah kerja, terlebih dahulu diperlukan pemahaman terhadap Kerangka Acuan Kerja yang ada. Hal ini dilakukan sebagai suatu upaya untuk memahami/menginterpretasi keinginan dari pihak pemberi pekerjaan akan substansi materi pekerjaan. Adapun pembahasan mengenai pemahaman terhadap KAK bukan saja terhadap hal-hal yang secara eksplisit tercantum di dalam KAK yaitu dari latar belakang hingga hasil/keluaran pekerjaankeluaran dan pelaporan, melainkan juga pada hal-hal yang secara substansial memiliki kaitan dengan pekerjaan ini. Untuk lebih jelasnya, berikut pemahaman Konsultan terhadap pemikiran-pemikiran dan pembahasan di dalam Kerangka Acuan Kerja Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara.
1. Pemahaman Umum
Bencana banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta serta Kabupaten Bekasi pada tahun 2002 serta 2007.
Departemen Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Bekasi merencanakan Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dan memperbaiki beberapa kerusakan yang ada di lapangan.
2. Pemahaman Khusus
2.1 Latar Belakang Permasalahan
Air merupakan suatu kebutuhan utama bagi mahluk hidup terutama bagi manusia dan air bisa membawa manfaat yang banyak dan bisajuga sebaliknya yaitu menjadi malapetaka bagi kehidupan manusia. Sumber air utama bagi kehidupan adalah air permukaan yang banyak terdapa disungai maka dengan hal itu sungai merupakan salah satu wadah sumber air permukaan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Air sungai dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain: irigasi, air minum, industri dan lain-lain. Namun demikian keberadaan sungai pada suatu daerah juga dapat menimbulkan bencana banjir bagi masyarakat terutama yang berdomisili di sepanjang daerah aliran sungai. Hal tersebut terjadi jika kondisi sungai yang ada tidak dijaga dengan baik dan tidak pernah dilakukan upaya-upaya pengeaturan dan perbaikan terhadap sungai itu sendiri.
Penyebab banjir antara lain dikarenakan kapasitas aliran yang tidak sesuai dengan debit banjir yang terjadi ditambah lagi dengan penumpukan sedimen pada muara sehingga sungai tersebut tidak mampu mengalirkan debit banjir yang terjadi. Akibatnya air meluap ke kiri kanan sungai yang menimbulkan genangan disepanjang daerah aliran dan sekitarnya. Disisi lain terjadinya penggerusan tebing setiap saat yang menyebabkan sarana pertanian dan fasilitas jalan desa di wilayah tersebut rusak tergerus. Terjadinya kerusakan hutan pada bagian hulu sungai sehingga curah hujan yang tinggi tidak terjadi peresapan secara maksimal ke dalam tanah, merupakan faktor yang memperburuk kondisi Krueng Tadu.
Untuk menindaklanjuti hal-hal tersebut diatas maka perlu dilakukan upaya-upaya penganggulangan. Penanggulangan banjir secara terpadu dan menyeluruh dapat dilakukan jika adanya suatu pola perencanaan yang mantap dan mendetail sebagai bahan atau dokumen yang digunakan untuk pelaksanaan.
Dalam kaitannya dengan perencanaan drainase tersebut diatas, salah satu teknologi yang dapat dipakai guna mendapatkan data sistem jaringan drainase secara lebih lengkap adalah menggunakan teknologi pemetaan foto udara, dimana hasil dari teknologi sangat memungkinkan untuk memperlihatkan secara visual bentuk peta dari suatu sistem jaringan drainase ataupun bentuk bentuk rupa bumi yang lain.
Pada prinsipnya hampir setiap kegiatan yang terjadi dapat ditampilkan dalam bentuk peta. Pada masa lalu peta sering dikonotasikan dengan atlas (yang diajarkan pada tingkat SD, SLTP), atau suatu bentuk garis-garis yang rumit yang memperlihatkan jaring jalan, sungai dan bangunan yang hanya dimengerti oleh kalangan tertentu saja seperti perencana, teknisi maupun insinyur pembuat jalan.
Sebenarnya peta dapat dipakai untuk keperluan lain misalnya, untuk memperlihatkan kondisi perubahan jaringan drainase di suatu kota pada tahun yang berbeda, perubahan fungsi lahan yang terjadi pada suatu wilayah tertentu, lahan pertanian yang dialiri oleh sistem irigasi, tanah kosong, tanah gundul dan lain lain.
Penampilan informasi dalam satu wahana peta bereferensi ruang akan sangat membantu dan memudahkan bagi para pengambil keputusan dan perencana untuk menilai kejadian-kejadian yang ada pada masing-masing daerah, bahkan sangat dimungkinkan untuk menganalisa sebab dan akibat dari berbagai fenomena yang terjadi dalam bentuk suatu analisa terpadu baik secara visual pada peta maupun dengan menggunakan teknik-teknik analisa yang lebih mutakhir seperti dengan menggunakan sistem GIS.
Oleh karena itu, untuk dapat melakukan evaluasi terhadap sistem drainase yang saat ini sudah terbangun, diperlukan data spasial (peta) yang memiliki kedalaman informasi cukup memadai. Sebagai contoh, untuk dapat melakukan identifikasi mengenai keberadaan jaringan saluran drainase tingkat sekunder, diperlukan data spasial dengan skala minimum yaitu 1:5000. Pemanfaatan foto udara/peta foto sebagai peta dasar dalam penanganan sistem drainase sangat bermanfaat. Hal ini disebabkan karena kemampuan peta foto/foto udara untuk menampilkan detail fenomena yang ada di lapangan (bangunan, badan perumukaan air, vegetasi, infrastruktur buatan manusia, dsb) dalam visualisasi yang sama dengan aslinya. Oleh karenanya, interpretasi objek yang terkait dengan jaringan drainase akan lebih mudah untuk dilakukan dan kemudian dianalisa untuk keperluan lainnya.
Foto udara sebagai sumber data diproses lebih lanjut menggunakan teknik fotogrametris dan inderaja untuk mendapatkan informasi-informasi yang relevan dan handal. Dari foto udara melalui teknik interpretasi foto/ citra dapat memberikan kesaksian/ fakta yang berkaitan dengan suatu kondisi yang terjadi di suatu daerah seperti banjir, pencemaran/ perusakan, komposisi kimiawi, adanya endapan dan informasi kualitatif lainnya. Sedang melalui proses fotogrametri dapat memberikan informasi metrik atau kuantitatif yang berkaitan dengan kajian dalam forensik lingkungan.
Satu hal lainnya yang tidak kalah penting yaitu penetapan referensi sistem tinggi. Sebagaimana kita ketahui bahwa Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) telah menetapkan Titik Tinggi Geodesi (TTG) sebagai sistem tinggi, namun demikian, ibu kota negara, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan sistem tinggi yang berbeda, yaitu Peil Priok sebagai patokan dalam menetapkan sistem tinggi di wilayahnya. Oleh karena itu, pemerintah Kota Bekasi perlu untuk melakukan kajian mendalam mengenai pemakaian sistem tinggi tersebut. Dikarenakan hal ini akan memiliki dampak dalam pengelolaan jaringan drainase yang dikaitkan dengan upaya penangangan bencana banjir yang mungkin timbul.
Untuk itu berdasarkan uraian diatas, diperlukan suatu studi yang mencakup kajian pemanfaatan foto udara untuk kepentingan perencanaan drainase, khususnya di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara.
Dari kegiatan ini diharapkan Dinas Pekerjaan Umum sebagai salah satu instansi yang mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan drainase dapat mengambil kebijakan yang tepat, baik sebelum memulai pembangunan sarana dan prasaran drainase maupun setelah selesai pembangunan.

2.2 Gambaran Umum Pekerjaan
Secara umum KAK sudah menjelaskan secara eksplisisit gambaran pekerjaan umum Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara.
Seluruh substansi yang bersifat eksplisit tercantum dalam KAK merupakan gambaran pekerjaan umum Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara, yang mencakup gambaran mengenai latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran, ruang lingkup, metodologi, jangka waktu pelaksanaan, tenaga ahli, keluaran dan pelaporan. Pemahaman Konsultan terhadap gambaran umum kegiatan ini keseluruhan dapat dicermati pada uraian berikut.
2.3 Maksud dan Tujuan Pekerjaan
Maksud :
Maksud dari pekerjaan ini secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut:
Maksud dalam pekerjaan ini adalah untuk melakukan pendataan sistem jaringan drainase dengan pemanfaatan foto udara serta melakukan analisa mengenai perilaku hidrolis pada sistem drainase tersebut sehingga didapatkan rekomendasi penanganan masalah banjir di lokasi pekerjaan.
Tujuan :
Tujuan yang ingin dicapai dalam pekerjaan ini, yaitu menyusun sistem dan pola pengelolaan kawasan drainase dengan memanfaatkan pemetaan foto udara sehingga meminimalkan dampak banjir/genangan yang terjadi setiap tahun dan mengamankan pemukiman penduduk/masyarakat dari banjir/genangan.
2.4 Sasaran Pekerjaan
Pada kegiatan ini keluaran yang akan dicapai adalah sebagai berikut :
Pola awal penanganan pada pembangunan, operasional dan pemeliharaan, sarana dan prasarana kawasan drainase. Hal ini meliputi 2 masalah utama yaitu:
• Pola penanganan masalah struktural (teknis) yaitu mengenai masalah hidrolis pada kawasan drainase. Pada penanganan struktural ini diharapkan terselesaikan ketersediaan data mengenai keberadaan dan kondisi jaringan drainase (peta-peta jaringan drainase) di wilayah pekerjaan serta konsep-konsep berikut aplikasi penanganannya secara teknis (dimensi saluran, kemiringan saluran, serta rekomendasi sistem jaringan drainase)
• Pola penanganan masalah nonstruktural yaitu mengenai kebijakan, peraturan, kelembagaan dan lain-lain.
Sehingga manfaat yang akan diperoleh adalah sebagai berikut :
• Tersusunnya suatu sistem pengendalian banjir pada kawasan drainase sehingga dapat memberikan informasi baik struktural maupun nonstruktural bagi pemegang dan pengambil kebijakan dalam permasalahan drainase.
• Memberikan arahan bagi studi selanjutnya.

2.5 Lingkup Kegiatan Pekerjaan
Ruang lingkup kegiatan dari pelaksanaan pekerjaan ” Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara” adalah sebagai berikut :
Untuk menjamin dan terarahnya kegiatan perencanaan maka perlu adanya suatu panduan yang menggambarkan tahapan-tahapan kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan. Panduan atas tahapan-tahapan kegiatan ini digambarkan dalam suatu diagram alir yang digambarkan pada Bab F (Pendekatan dan Metodologi), yang mana setiap langkah mempunyai sasaran berupa produk atau awal dari kegiatan berikutnya.
Tahapan kegiatan disusun sebagai berikut :
 Tahapan kegiatan pendahuluan dengan sasaran tersusunnya Laporan Pendahuluan berisi rencana kerja penelitian lapangan dan lokasi yang akan disurvei pendahuluan serta orientasi/tinjauan lapangan serta berisi rencana kerja, metode dan volume pelaksanaan yang akurat berdasarkan kondisi lapangan untuk masing-masing kegiatan survei. Untuk menyusun lokasi pasti dari lokasi survei dan rencana kerja yang lebih akurat, Konsultan terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait yaitu Dinas Pengairan, Sumber Daya Air, Permukiman, Pariwisata, Bappeda.
 Tahapan kegiatan survei dan investigasi serta evaluasi dan analisa data dimana sasarannya adalah tersedianya data lapangan untuk dianalisa dan dievaluasi yang ditandai dengan produk laporan.
 Tahap Penyusunan Review Detail Desain, meliputi kegiatan-kegiatan :
1) Melakukan review terhadap studi-studi terdahulu pada lokasi pekerjaan yang bersangkutan,
2) Melakukan analisa fotogrametri yang meliputi :
• Interpretasi objek yang terkait dengan jaringan drainase
• Survey lapangan untuk keperluan pemeriksaan lapangan (ground check) terhadap keberadaan jaringan drainase yang teridentifikasi di peta foto
• Updating data jaringan drainase ke dalam peta foto
• Analisis teknik mengenai keberadaan sistem jaringan drainase di wilayah pekerjaan
3) Melakukan inventarisasi mengenai kebijakan, kelembagaan, peraturan dan lain lain yang berkaitan dengan daerah kawasan drainase.
4) Melakukan analisis dan pengambilan kesimpulan dari hasil survey-survey diatas.
5) Menyusun sistem dan pola pengelolaan masalah hidrolis pada kawasan drainase.
6) Menyusun pola awal penanganan pembangunan, operasional dan pemeliharaan, sarana dan prasarana kawasan drainase baik secara struktural (teknis) maupun nonstruktural (kebijakan, peraturan, kelembagaan dan lain-lain).
Disamping kegiatan-kegiatan yang disebutkan diatas pada pekerjaan ini juga akan dilakukan asistensi dan diskusi sebagai kontrol dan arahan direksi terhadap pelaksanaan atas kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilanjutkan yaitu berupa :
 Diskusi konsep laporan pendahuluan akan ditindaklanjuti dengan survei dan investigasi baik untuk detail desain maupun studi kelayakan.
 Asistensi konsep alternatif perencanaan, dalam hal menentukan tipe dan jenis sistem jaringan drainase yang akan direncanakan, serta pembahasan atas alternatif-alternatif desain.
 Diskusi konsep laporan akhir, yang membahas hasil perencanaan keseluruhan untuk mendapatkan masukan dari pihak yang terkait sehingga konsep laporan ini dapat disempurnakan menjadi laporan akhir.
2.6 Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan adalah meliputi 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi yaitu, Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara.

2.7 Metodologi Pekerjaan
Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja yang ada, metodologi yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan DED Pengendalian Banjir Kr. Tadu di Kabupaten Nagan Raya, antara lain meliputi :
a. Desk study dengan mempelajari berbagai dokumen kebijakan, strategi dan program bidang sumber daya air yang dilakukan bersama aparat Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berkompeten.
b. Survey instansional ke berbagai instansi/lembaga untuk update dan memperkaya data serta informasi yang tersedia (instansional survey).
c. Melakukan pengambilan data eksisting tentang tata guna lahan dan lingkungan yang akurat melalui satelit.
d. Pemodelan untuk pengkajian berbagai alternatif pemrograman dan pembiayaan berdasar atas asumsi dan skenario yang dikembangkan.
e. Penulisan konsep penangan drainase sesuai dengan struktur dan muatan yang disepakati bersama.
f. Pembahasan/diskusi materi dalam rangka penyempurnaan hasil yang dicapai.
Tahapan kegiatan yang dilakukan dijelaskan secara rinci berikut ini:
 Tahapan Kegiatan Perencanaan Pendahuluan.
Pada tahapan ini akan dilakukan kegiatan sebagai berikut :
 Persiapan administrasi : Kontrak, Perijinan, Mobilisasi Personil dan Peralatan.
 Pengumpulan data dan studi terdahulu. Analisa dan evaluasi studi terdahulu terutama mengenai perencanaan (pra design) yang sudah ada, data dan hitungan hidrologi, hasil survei terdahulu, rekomendasi desain terdahulu, demikian juga halnya dengan referensi-referensi yang digunakan pada studi terdahulu.
 Data hidrologi di daerah lokasi dari beberapa stasiun yang terdekat, diusahakan dengan periode pencatatan yang panjang.
 Data kependudukan, sosial dan ekonomi terutama di daerah studi Kecamatan Kuala dan sekitarnya yang berpengaruh terhadap dampak genangan.
 Data dan peta tata ruang dan tata guna lahan.
 Pengumpulan foto udara.
 Inventoory data-data perencanaan terdahulu yaitu bangunan-bangunan pengendalian banjir yang ada pada daerah studi termasuk didaerah pelayanan.
 Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal arahan pekerjaan terutama menyangkut lokasi kritis serta konsep pengembangan dari instansi lain.
 Penyusunan rencana kerja dan metode yang akan digunakan dalam kegiatan survei investigasi sesuai dengan maksud dan tujuan pekerjaan yang keseluruhan kegiatan diatas dituangkan dalam Laporan Pendahuluan.
 Tahapan Kegiatan Survei dan Investigasi Serta Analisa dan Evaluasi
Pada tahap ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
– Melakukan penelusuran banjir (Flood Routing) dan inventarisasi bentuk dan karakteristik DAS mulai dari muara menuju ke arah hulu sehingga dapat menunjukkan stabilitas relatif aliran sungai pada setiap lokasi yang diamati dan dapat digunakan sebagai acuan dasar untuk perencanaan.
– Inventarisasi bangunan-bangunan air yang ada disepanjang lokasi DAS sampai pada daerah pelayanan
– Melakukan inventarisasi penyebab terjadinya banjir, tinggi dan lama genangan serta dampak genangan yang terjadi akibat Bencana Alam (Disaster) gempa dan gelombang tsunami. Banjir yang terjadi merupakan akibat dari berbagai faktor misalnya: kapasitas alur sungai yang sempit tidak mampu menampung debit banjir, pendangkalan (sedimentasi mdi muara), kerusakan sistem jaringan drainase dalam wilayah DPS, kerusakan di hulu DPS dan sebagainya. Untuk itu perlu dilakukan investigasi dan inventarisasi lapangan sehingga akan diketahui fakto-faktor yang menyebabkan terjadinya banjir dan genangan.
– Menginventarisasi sumber-sumber sedimen yang masuk ke sistem drainase, misalnya penyumbatan drainase akibat sampah (reruntuhan), degradasi dasar sungai, erosi tebing land area, longsoran tanah dan sebagainya.
– Menginventarisasi kawasan-kawasan genangan banjir untuk berbagai lokasi yang terkena dampak genangan.
– Menganalisa kebutuhan dan ketersediaan air untuk berbagai keperluan sehingga aman terhadap pola pengendalian banjir.
– Analisa interpretasi foto udara
– Pembuatan peta jaringan drainase dari hasil foto udara
 Penyelidikan hidrologi meliputi pengumpulan data sekunder hidrologi dan analisa hidrologi hasil studi terdahulu.
1. Tahap analisa
Analisa-analisa yang dilakukan antara lain :
 Terhadap data hidrometri dan topografi dilakukan prosesing pengolahan data sesuai dengan kebutuhannya yaitu mengarah kepada analisa Hidrologi dan hidrolika yang mengakomodasi parameter-parameter topografi sehingga dapat dianalisa perubahan akibat parameter-parameter tersebut diatas.
 Atas data hidrologi yang terkumpul disamping hasil studi terdahulu dilakukan review analisa hidrologi terutama menyangkut besaran-besaran run off dalam rangka menentukan debit banjir yang mempengaruhi dan membawa sedimen pada muara sungai . Besaran banjir nyata yang bisa dijadikan acuan untuk kalibrasi model.
Dari hasil analisa diatas dan peta topografi disusun suatu alternatif-alternafi desain Perencanaan yang akan didiskusikan dengan direksi sehingga mendapatkan suatu alternatif terpilih.

2. Tahap Perencanaan Teknis
Pada tahap ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan :
 Konsep dan Draft Perencanaan
Konsep dan draft perencanaan akan dilakukan dengan meninjau atau memperhatikan keseluruhan kondisi wilayah baik dari segi hidrolika, geomorfologi maupun geoteknik. Konsep perencaaan ini akan diasistensikan dengan pihak direksi untuk dapat menentukan tipe serta besaran bangunan yang akan direncanakan.
Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut sehingga hasil desain dapat bermanfaat dalam menanggulangi banjir, yang saat ini kondisi di lapangan memerlukan penanganan fisik dengan segera.
Bersumber dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) diketahui bahwa kegiatan yang akan dikerjakan meliputi 4 (empat) kegiatan yang dapat diringkas Sebagai berikut :
1. Kegiatan A
Meliputi kegiatan antara lain :
A STUDI PENDAHULUAN

1 Persiapan dan Mobilisasi Personil

2 Pengumpulan Data Kependudukan, Sosial & Studi Terdahulu

3 Tinjauan Lapangan

4 Penyusunan Rencana Kerja dan Laporan Pendahuluan

2. Kegiatan B
Meliputi kegiatan lapangan antara lain :
B SURVEY, INVESTIGASI DAN ANALISA DATA
1 Survey Jaringan Drainase

– Keberadaan Saluran

– Kondisi Saluran

– Dimensi Saluran

– Survey Kecepatan Saluran

2 Survey, Interpretasi dan Analisa Foto Udara

3 Analisa Model Sistem Jaringan Drainase

4 Analisa Nonstruktural

3. Kegiatan C
Meliputi kegiatan review detail desain :
C TAHAP REVIEW DETAIL DESAIN

1 Alternatif Sistem drainase

2 Rekomendasi Sistem jaringan Drainase

3 Rekomendasi Nonstruktural

4 Gambar Awal Detail Konstruksi Drainase

5 Kajian Foto Udara untuk review Detail Desain

6 Penyusunan Tahap Program Pelaksanaan Konstruksi

4. Kegiatan D
Meliputi kegiatan Pelaporan :
D PELAPORAN
1 Laporan Rencana Mutu Design

2 Laporan Pendahuluan

3 Diskusi Laporan Pendahuluan

4 Laporan Bulanan @ 3 bk

5 Laporan Antara (Interim)

6 Draft Laporan Utama

7 Diskusi Draft Laporan Utama

8 Final Laporan Utama

9 Gambar Foto Udara A1

10 Gambar Tata Guna Lahan dan Rekomendasi Perencanaan

11 Laporan Pendukung :

a. Laporan Ringkas

b. Laporan Hasil Review Perencanaan (Nota Desain)

c. Lap. Inventarisasi Kondisi/Existing Lapangan lengkap dengan Foto Dokumentasi

d. Data Ukur Lap. Dan Hit (Topografi)

e. Data Ukur Lap. Dan Hit. (Jaringan Drainase)

f. Deskripsi BM / CP (Topografi)

g. Album Foto Dokumentasi

h. CD-R berisi Procesing data, Peta, Gambar Hasil Perenc. dan Laporan-laporan

Berdasarkan uraian diatas, team telah disiapkan dan berusaha memahami maksud dan tujuan diatas.
Koordinasi Antar Instansi Terkait dalam pelaksanaannya bukan hanya dari segi potensi sumber daya air saja yang menjadi prioritas tetapi aspek pengembangan lainnya juga perlu dijadikan acuan sejauh mana telah dilakukan sesuai dengan VISI dan MISI Pemerintah Daerah dan Sasaran yang akan dicapai serta factor-faktor keberhasilan yang mempengaruhi juga memegang peranan
2.8 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Kegiatan pelaksanaan pekerjaan ini harus dapat diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan kalender, terhitung sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) serta pelaksanaannya dilakukan secara kontraktual.
Dalam rangka waktu pelaksanaan yang sekitar 6 (enam) bulan tersebut, Konsultan diharapkan dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan hasil yang optimal.
2.9 Kebutuhan Tenaga Ahli
Dalam pelaksanaan pekerjaan Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara, pihak Konsultan menyediakan Tenaga Ahli Profesional yang berkualifikasi dan memiliki kapabilitas dalam pekerjaan sejenis. Secara keseluruhan tenaga ahli yang dibutuhkan sesuai dengan arahan yang termuat dalam KAK adalah sebagai berikut ini:
1) Team Leader
Berpendidikan Sarjana Strata 2 Teknik Pengairan/Sipil Hidro dengan pengalaman kerja minimal 12 (dua belas) tahun di bidang pengembangan sumber daya air/perencanaan bangunan air/drainase, dan cakap dalam memimpin sebuah team. Team leader berfungsi sebagai pemimpin team design dan dapat mengkoordinir pekerjaan dalam team secara keseluruhan.
2) Ahli Hidraulik dan Bangunan Air
Berpendidikan Sarjana Strata 2 Teknik Pengairan/Sipil Hidro dengan pengalaman kerja minimal 8 (delapan) tahun di bidang perencanaan konstruksi bangunan air. Ahli Hidraulik dan Bangunan Air bertugas merencanakan beberapa altematif bangunan pengendali banjir dan pemodelan jaringan drainase serta rekomendasi sistem jaringan drainase.
3) Tenaga Ahli Hidrologi
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Strata Satu (S.1) Sipil lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Pengairan/Hidro subbidang Survey dan Analisis Hidrologi sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun. Ahli Hidrologi bertugas melakukan Survey dan Analisa Data Hidrologi, evaluasi ketersediaan air dan analisis banjir.
4) Ahli Fotogrametri
Lulusan pendidikan Sarjana Strata 2 Geodesi (S2) dengan pengalaman kerja minimal 8 (delapan) tahun. Ahli Fotogrametri bertugas merencanakan lingkup pekerjaan analisa interpretasi foto udara, mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap hasil pengukuran topografi (ground chek) serta penggambaran hasil foto udara ke dalam bentuk peta.
5) Ahli Sistem Informasi Geografis
Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S2) dengan pengalaman kerja minimal 8 (delapan) tahun. Ahli Sistem Informasi Geografis bertugas merencanakan lingkup pekerjaan SIG, mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap hasil sistem informasi yang dibangun untuk kepentingan pekerjaan drainase.
6) Ahli Geodesi
Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun. Ahli Geodesi bertugas merencanakan lingkup pekerjaan survey topografi dan bathimetri, mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap hasil pengukuran topografi dan bathimetri.
7) Ahli Planologi
Berpendidikan Sarjana Strata 1 Teknik Planologi dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun di bidang tat kota/perkotaan. Ahli Planologi bertugas melakukan inventarisasi kelembagaan serta kebijakan dan peraturan-peraturan serta tata guna lahan sesuai dengan perundangan yang berlaku, dan bertanggungjawab terhadap hasil analisanya.

8) Kepala Surveyor
Untuk tenaga Kepala Surveyor dibutuhkan 4 orang dengan spesifikasi sebagai berikut :
2 Lulusan Sarjana S1 Teknik Sipil, 2 lulusan Sarjana S1 Teknik Geodesi berpengalaman minimal 4 tahun dalam bidang survey drainase/rekayasa sumber daya air.
9) Surveyor Pemetaan/Geodesi
Untuk tenaga Surveyor Pemetaan/Geodesi dibutuhkan 3 orang dengan spesifikasi sebagai berikut :
Lulusan STM/SLTA berpengalaman minimal 3 tahun dalam bidang survey dan pemetaan foto udara/darat.
10) Surveyor Jaringan Drainase
Untuk tenaga Surveyor Jaringan Drainase dibutuhkan 3 orang dengan spesifikasi sebagai berikut :
Lulusan STM/SLTA berpengalaman minimal 3 tahun dalam bidang survey drainase.
11) Chief Draftman
Tenaga Chief Draftman AutoCAD 1 (satu) dengan reputasi yang baik, lulusan STM/SLTA dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun dalam menangani gambar-gambar dibidang keairan dengan spesialisasi CAD.
12) Draftman
Tenaga Draftman AutoCAD 3 (tiga) dengan reputasi yang baik, lulusan STM/SLTA dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dalam menangani gambar-gambar dibidang keairan dengan spesialisasi CAD.
13) Operator Komputer
Tenaga Operator Komputer 1 (satu) dengan reputasi yang baik, lulusan STM/SLTA dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dalam bidang komputer.

Dalam pelaksanaan kegiatan lapangan dan kantor peranan Tenaga tenaga sub professional dan pendukung sangat membantu, khususnya yang berkaitan dengan “Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara”.
2.10 Tahapan Pelaporan
Pekerjaan Pemetaan Foto Udara Untuk Saluran Drainase di Kecamatan Bekasi Timur, Barat, Selatan dan Utara, melalui beberapa tahapan kegiatan. Pada masing-masing tahapan ini Konsultan diwajibkan untuk melaporkan kemajuan pekerjaan yang diserahkan dalam bentuk laporan tertulis. Adapun produk laporan dari masing-masing tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Laporan Rencana Mutu Design
Laporan Rencana Mutu Design akan diserahkan konsultan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah diterbitkannya SPMK dalam jumlah 3 buku.

2. Laporan Pendahuluan ( Inception Report)
Laporan Pendahuluan pada intinya berisi rencana pelaksanaan pekerjaan, baik metoda maupun rencana waktu pelaksanaan. Laporan ini dibuat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap dan disampaikan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan.
3. Laporan Bulanan = 3 (tiga) eksemplar
Berisi ringkasan progress/prestasi serta detail kerja harian, komulatif progress kerja sejak waktu berlakunya kontrak, kemudian identifikasi penyebab utama apabila terjadi keterlambatan proses, dan usulan tindakan koreksi yang harus segera ditempuh.
4. Laporan Interim = 10 (sepuluh) eksemplar
Berisi ringkasan progress/prestasi sampai dengan pertengahan (50%) pekerjaan, komulatif progress kerja sejak waktu berlakunya kontrak, kemudian identifikasi penyebab utama apabila terjadi keterlambatan proses, dan usulan tindakan koreksi yang harus segera ditempuh.
5. Draft Laporan Akhir (Draft Final report)
Draft Laporan Akhir berisi rangkuman laporan keseluruhan pelaksanaan pekerjaan, beserta hasil-hasil pekerjaannya. Pada intinya Draft Laporan akhir ini berisi materi awal penyajian bagi Laporan Akhir yang dilengkapi dengan hasil-hasil pekerjaan. Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan pada bagian ini diharapkan juga dapat disampaikan rekomendasi kegiatan selanjutnya untuk penyempurnaannya. Laporan ini dibuat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap dan disampaikan pada saat pekerjaan selesai 95%.
6. Laporan Akhir (Final report)
Laporan Akhir berisi rangkuman laporan keseluruhan pelaksanaan pekerjaan, beserta hasil-hasil pekerjaannya. Pada intinya Laporan akhir ini berisi materi penyempurnaan Laporan Draft Akhir yang dilengkapi dengan resume serta rekomendasi hasil-hasil pekerjaan. Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan pada bagian ini diharapkan juga dapat disampaikan rekomendasi kegiatan selanjutnya untuk penyempurnaannya.
Laporan ini dibuat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap dan disampaikan pada waktu akhir kontrak pekerjaan.

7. Laporan Pendukung
Laporan-laporan pendukung yang harus disiapkan konsultan adalah:
a. Laporan Ringkas
b. Laporan Hasil Review Perencanaan (Review Nota Desain)
c. Laporan Inventarisasi Kondisi eksisting lapanganlengkap dengan foto dokumentasi
d. Data Ukur Lapangan dan Hitungan (topografi)
e. Data Ukur Lapangan dan Hitungan (jaringan draianse)
f. Deskripsi BM/CP lengkap dengan gambar situasi dan foto-foto
g. Album Foto dokumentasi
h. CD-R yang berisi prosesing data berisi laporan-laporan dan gambar-gambar.
2.11 Monitoring dan Koordinasi Proyek
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, monitoring dan koordinasi proyek untuk setiap item kegiatan dapat diuraikan dalam matriks yang menggambarkan hubungan interaksi antara kegiatan dan instansi terkait.

Tabel 1. Monitoring dan Koordinasi dalam Pelaksanaan Pekerjaan
No TAHAPAN KEGIATAN MONITORING KOORDINASI
A Persiapan Proyek :
Pengumpulan Data
Survey Pendahuluan
Lap. Pendahuluan Direksi pekerjaan
Pemda Kabupaten,
Balai PSDA setempat
Institusi / Dinas terkait
B Pengukuran/Pemetaan
Dan Penyelidikan Direksi pekerjaan
Pemda Kabupaten,
Balai PSDA setempat
Institusi / Dinas terkait
C Analisis &Perencanaan Direksi pekerjaan
Sub Dinas terkait di Kabupaten
Institusi / Dinas terkait
D

Pelaporan Direksi Pekerjaan

DAFTAR ISI

1. PEMAHAMAN UMUM 1
2. PEMAHAMAN KHUSUS 2
2.1 Latar Belakang Permasalahan 2
2.2 Gambaran Umum Pekerjaan 5
2.3 Maksud dan Tujuan Pekerjaan 5
2.4 Sasaran Pekerjaan 5
2.5 Lingkup Kegiatan Pekerjaan 7
2.6 Lokasi Pekerjaan 8
2.7 Metodologi Pekerjaan 9
.2.8 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 15
2.9 Kebutuhan Tenaga Ahli 15
.2.10 Tahapan Pelaporan 18
2.11 Monitoring dan Koordinasi Proyek 19

TABEL 1. MONITORING DAN KOORDINASI DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN 20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s